Tips Bangunan Bambu

Mar 20, 2011

Pemanfaatan bambu sebagai bahan bangunan yang kuat dan tahan lama


Beberapa tahun terakhir ini trend pemanfaatan bambu sebagai material bangunan menunjukkan peningkatan yang luar biasa, ini dapat dilihat terutama di beberapa kota besar di Jawa seperti Yogyakarta, Bandung, Pulau Bali dan bahkan di Kalimantan dan Sumatra.
Category: Artikel
Posted by: admin
Saat ini kita dapat dengan mudah menemukan bangunan-bangunan bambu di jalan-jalan utama kota, terutama dalam bentuk café, restoran & gazebo. Ada juga yang menggunakan bambu sebagai material pelengkap interior untuk mempercantik dan membuat suasana unik di dalam ruang bangunan mereka. Di banyak tempat di Bali dan Jawa Barat, bambu bahkan sudah dimanfaatkan lebih jauh lagi untuk membangun resort-resort mewah yang bertarif selangit. Sedangkan di Yogyakarta, paska gempa tahun 2006 silam, telah dibangun rumah-rumah tempat tinggal menggunakan bambu sebagai bahan utamanya.

Agaknya trend kembali ke alam dan isu pemanfaatan bahan alternatif yang ramah lingkungan, serta makin mahal dan sulitnya kayu, telah memberikan sumbangan dalam re-introduksi kembali bambu sebagai bahan bangunan yang murah dan alami. Murah dan alami, ya, setidaknya dua alasan ini lah yang seringkali menjadi pertimbangan utama para pemilik ketika pilihan mereka jatuh kepada bambu. Dengan kata lain pertimbangan biaya investasi yang rendah dan suasana yang  nyaman telah menjadikan bambu sebagai pilihan utama mereka.

Dibalik semakin meningkatnya trend penggunaan bambu ini, tetap saja diiringi oleh keraguan akan kekuatan dan ketahanan bambu. Bagi sebagian orang, isu ketahanan ini bukan masalah utama, karena penggunaannya memang diperuntukkan sebagai bangunan sementara yang pemanfaatannya diharapkan hanya beberapa tahun saja, jika mulai rusak atau terserang bubuk, tinggal di renovasi sebagian atau bahkan diganti secara keseluruhan  Namun bagi mereka yang ingin membuat bangunan untuk jangka panjang seperti rumah tempat tinggal, resort atau hotel, tentulah tidak ekonomis dan terlalu merepotkan jika harus mengganti bangunan setiap beberapa tahun sekali. Sehingga bangunan yang dibuat haruslah kuat, awet selain mudah perawatannya. Dua pertanyaan yang paling sering diajukan adalah seberapa kuat bangunan bambu dan berapa lama bangunan bambu akan dapat bertahan. Meskipun kenyataannya sampai sekarang pun kita masih dapat melihat banyak rumah-rumah tua tradisional di Jawa, Bali dan Sumatra yang telah menggunakan bambu sebagai bahan bangunan dan masih berdiri kokoh, tetap sajakeraguan akan ketahanan bambu masih melekat di benak kita. Ini disebabkan karena ketidaktahuan kita akan sifaf fisik bambu serta cara pengawetannya.

Sebagaimana yang telah pernah kami tulis di majalah ini pada edisi sebelumnya keawetan bambu sebagai bahan bangunan merupakan hasil kombinasi dari dua hal yakni desain dan pengawetan. Dengan desain yang tepat dan pengawetan yang benar, maka bangunan bambu anda akan dapat bertahan selama puluhan bahkan ratusan tahun. Berikut ini sedikit tips yang mungkin dapat bermanfaat untuk menjaga ketahanan bangunan bambu anda

Desain:

Upayakan sedemikian rupa agar material bambu terlindung dari air hujan dan sinar matahari secara langsung. Air dapat membuat bambu cepat lapuk dan berjamur, sedangkan terik matahari membuat warna bambu menjadi pudar dan bahkan dapat membuat bambu menjadi pecah.

Pengawetan:

Ada beberapa prosedur dan cara yang harus diikuti agar bambu anda tetap awet dan tahan lama. Proses pengawetan bambu ini mulai di mulai dengan pengaturan waktu panen, cara penebangan, metode pengawetan tradisional hingga pengawetan dengan menggunakan bahan kimia.

1.      Penebangan - keawetan bambu dapat dikontrol sejak mulai penebangan, yakni dengan memanen bambu pada musim yang tepat,. Ada berbagai cara menghitung waktu penebangan bambu di berbagai tempat berbeda di Indonesia, namun satu hal yang harus diperhatikan, tebanglah bambu ketika kadar zat gula dan air bambu rendah. Umumnya musim panen yang baik adalah ketika musim kemarau.

2.      Cara penebangan yang benar juga dapat meningkatkan ketahanan bambu terhadap serangan bubuk yang menjadi musuh utama bambu. Setelah pangkal bambu dipotong, jika memungkinkan, jangan langsung diambil, tapi biarkan bambu tetap menggantung dirumpunnya hingga daunnya mengering, perlakuan ini dapat mengurangi kadar gula di batang bambu melalui penyerapan oleh daunnya.

3.      Lakukan salah satu  pengawetan bambu berikut ini segera setelah penebangan;

  • Perendaman tradisional (di kolam, sungai, laut) selama beberapa bulan. Perendaman terbukti dapat memfasilitasi peragian zat gula yang ada dalam bambu sehingga tidak disenangi oleh kumbang bubuk.
  • Perendaman dengan bahan kimia: bahan yang paling umum dan banyak digunakan untuk mengawetkan bambu adalah sodium pentaborate dan boric acid. Campur 3:2 bahan tersebut dan buat larutan 10% lalu rendam bambu selama 14 hari. Kedua bahan tersebut berfungsi dapat secara efektif menghentikan serangan kumbang bubuk terhadap bambu.

4.      Lapisi bambu dengan bahan finishing yang memadai untuk menghindari bambu dari kelembaban berlebihan dan membuat bambu terlihat lebih indah dan tidak mudah kotor. Untuk bagian yang terkena sinar matahari secara terus menerus, dianjurkan untuk di lapisi dengan vernish setidaknya 6 bulan sekali.

 

sumber: Tabloid RumahJogja November 2009

Sidebar Menu

Link Sahabat

Air Ion Perak Sanggar Zapin Melayu Jual Bambu

Statistik Kunjungan

free counters

Like BambuAwet

Catatan Sumber: Sebagian informasi, referensi dan artikel yang disajikan di website ini kami kompilasi, sadur dan terjemahan dari berbagai sumber. Diantaranya dari buku Bamboo Preservation Compendium oleh Walter Liese & Satish Kumar, dari situs Inbar, situs Sahabat Bambu, buku Manual Pengawetan terbitan National Mission on Bambu Application, TIFAC India, juga pengalaman kami dan rekan-rekan perajin bambu Yogyakarta. Beberapa gambar yang ada juga berasal dari berbagai website dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir. Mohon maaf jika ada gambar yang belum mencantumkan sumbernya. Jika ada gambar milik anda yang memiliki hak cipta dan ingin dicantumkan sumbernya, harap hubungi kami.

Info dan Artikel

Page 1 of 4  > >>

Category: Berita Terkini
Posted by: admin
Brussel - Prospek industri bambu sangat menjanjikan. Pemanfaatannya tidak lagi terbatas pada kerajinan tangan dan industri kecil, melainkan meluas sampai infrastruktur dan sumber energi terbarukan.
Category: Artikel
Posted by: admin

Makan Bambu Muda Bisa Langsing dan Tak Mudah Kena Kanker

Category: Artikel
Posted by: admin
Bambu Petung atau Betung (Dendrocalamus asper) , tumbuh subur di Pulau Jawa, Sumatra, Sulawesi bahkan sampai ke kawasan timur Indonesia. Pemanfaatan bambu petung sebagai bahan bangunan telah dilakukan sejak lama, terutama untuk bahan penyangga atap rumah seperti reng dan usuk. Di Jawa Tengah, khususnya Magelang, bisnis reng bambu ini telah ada sejak lama dan masih bertahan hingga kini.
Category: Berita Terkini
Posted by: admin
Bambu ternyata telah dijadikan bahan untuk  mobil konsep yang futuristik dan tentunya bernilai tinggi. Cek this out..